Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP) 2015

Pertukaran Pemuda Indonesia-Korea atau juga disebut Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP) kembali digelar. Eri Dwi Cahyono terpilih sebagai delegasi Jawa Tengah untuk program tersebut setelah melalui serangkaian seleksi. Program IKYEP kembali digelar untuk semakin mempererat hubungan baik kedua negara, Indonesa dan Korea Selatan, melalui pemuda. Setiap delegasi diharapkan dapat belajar selama program untuk bekal menjadi pemimpin masa depan.

IMG_0503
Eri Dwi Cahyono, Delegasi Jawa Tengah untuk Indonesia-Korea Youth Exchange Program 2015

Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP) 2015 adalah program yang diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) dan Ministry of Gender Equality and Family of Republic of Korea (Mogef). Tahun 2015 merupakan gelaran ke 6 sejak MoU ditandatangi oleh kedua belah pihak pada tahun 2009. IKYEP 2015 diikuti oleh 20 delegasi Indonesia, yaitu 19 delegasi pemuda dan 1 national leader dari Kemenpora RI. Sementara itu Korea Selatan juga mengirim 20 delegasi yang terdiri dari 17 delegasi pemuda, 2 delegasi dari Mogef, dan 1 delegasi sebagai penerjemah.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, IKYEP 2015 diselenggarakan dalam dua fase, yaitu fase Korea Selatan dan Fase Indonesia. Sebelum menjalani dua fase tersebut delegasi Indonesia diberi pembelakan dalam fase Pre-Departure Training (PDT) yang diselenggarakan di Wisma PPPON Cibubur Jakarta pada tanggal 29 Oktober – 2 November 2015. Kegiatan PDT ini diselenggarakan untuk memberikan pembekalan kepada delegasi sebelum memulai program.

DSC_1068

Fase Korea Selatan dilaksanakan dari tanggal 3-13 November 2015. Fase ini dilaksanakan di kota Seoul, Incheon, dan Gwangju. Banyak kegiatan yang dilakukan selama fase di Korea Selatan, antara lain courtesy call, intitutional visit, educational visit, cultural exchange, host family, dan tourism visit.

Kegiatan kunjungan resmi kepada instansi pemerintah (courtesy call) dilakukan di Ministry of Gender Equality and Family atau disebut juga Mogef. Selain itu delegasi juga berkesempatan mengunjungi Kedutaan Indonesia untuk Korea Selatan. Diskusi yang dilakukan di Mogef banyak membahas mengenai bagaimana kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di Korea Selatan. Selain kunjungan formal, delegasi juga melakukan kunjungan di beberapa institusi seperti Seoul Youth Hub, ASEAN-Korea Center, dan Gwangju Youth Training Center.

DSCF1107

Educational visit pada IKYEP 2015 dilakukan di Seoul National University dan Gwangju University. Pada kunjungan di Gwangju University sekaligus dilakukan cultural exchange antara delegasi Indonesia dan mahasiswa Gwangju University di mana kedua delegasi menampilkan kesenian dari negara masing-masing. Delegasi Indonesia telah mempersiapkan beberapa kesenian untuk cultural exchange selama program, baik untuk fase Korea Selatan maupun fase Indonesia. Kesenian tersebut antara lain tari Likok Pulo, tari Zapin Muda Mudi, tari Kembang Jatoh, medley lagu daerah nusantara, angklung, dan lagu theme song IKYEP.

Tak lengkap rasanya jika belum mempelajari sejarah negara setempat. Delegasi juga dapat belajar sejarah Korea Selatan melalui kunjungan ke dua museum, yaitu Memorial Park dan National Museum of Korean Contemporary History

1446908309730

Salah satu kegiatan yang sangat berkesan bagi delegasi Indonesia adalah di saat mereka dapat tinggal bersama keluarga angkat di kota Incheon pada fase host family. Di sini para delegasi diberi kesempatan untuk tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal, khususnya keluarga angkat. Eri selaku delegasi Jawa Tengah sekaligus Youth Leader IKYEP 2015 mengaku banyak belajar saat tinggal bersama keluarga angkat. “Saya belajar masak kimbab, dan ibu angkat saya bilang saya jago, hehe. Selain itu saya banyak ngobrol dengan Jieeun, adik angkat perempun saya yang masih SMA, tentang banyak hal. Bahkan karena terlalu asyik obrolan kita sampai subuh. Ada juga nenek angkat saya, mencoba mengajak berbicara saya meskipun menggunakan bahasa Korea yang tidak begitu saya pahami. Tapi ketulusannya jelas terlihat,” cerita Eri mengisahkan pengalamannya bersama keluarga angkat.

Selain kegiatan-kegiatan di atas, para delegasi juga berkesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat wisata untuk belajar bagaimana perkembangan pariwisata di Korea Selatan. Tempat-tempat tersebut antara lain, Gyeongbok Palace, Seoul City “Tong Tong” Tour, Myeongdong & Nandaemun Market, NANTA Musical, World Cup Stadium, MBC World, dan Namsangol Hanok Village.

DSC_0863

Selesai dengan sepuluh hari fase Korea Selatan, delegasi Indonesia pulang ke tanah air untuk melanjutkan fase Indonesia bersama dengan delegasi Korea Selatan. Setiap delegasi Indonesia mendapatkan satu counterpart delegasi dari Korea Selatan di mana selama fase Indonesia mereka akan berpasangan. Selama fase Indonesia ini delegasi Indonesia dan Korea Selatan tinggal bersama keluarga angkat di Cibeunying Kidul, Bandung.

Banyak agenda menarik selama fase Indonesia, antara lain Bandung City Explorasion yang dikemas layaknya games Running Man yang sangat populer, Creative Industri Workshop, kunjungan ke Bandung Command Center, belajar membatik, workshop film & animasi, workshop angklung, kunjungan ke dusun bambu, dan workshop makanan tradisional. Seluruh delegasi juga mendapat sesi khusus untuk berdiskusi dengan walikota Bandung, Bapak Ridwal Kamil.

Fase Re-Entry menjadi penutup program IKYEP 2015 sebelum delegasi kembali ke daerah masing-masing. Para delegasi mendapatkan pengarahan mengenai kegiatan setelah program. Seluruh delegasi bersama-sama merancang PPA (Post Program Activity) sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat usai program.

“Saya belajar banyak. Jika IKYEP disebut sebagai pengalaman sekali seumur hidup yang sangat berharga, itu benar adanya. Saya berjumpa banyak hal baru. Saya belajar kedisiplinan, saling memahami satu sama lain, kerja sama, dan banyak hal lain yang setelah program saya rasakan menjadi lebih baik. Terimakasih Kemenpora RI, MOGEF, AIKUNA, keluarga angkat saya di Incheon dan Bandung, dan seluruh kawan-kawan saya dari 18 provinsi lainnya. Saya menulis ini dengan rasa rindu,” ujar Eri Dwi Cahyono, yang juga menjabat sebagai Youth Leader IKYEP 2015.

DSCF1595

**Eri merupakan seorang penyiar radio sejak tahun 2012. Mahasiswa berprestasi FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) 2014 ini, juga telah mengukir banyak penghargaan di bidang komunikasi, antara lain Juara Favorit Putra Batik Nusantara 2015, Juara I SCTV Goes To Campus 2015, Juara I Putra Solo 2012 dan Juara II Journalight Pekan Komunikasi 2014. Eri dipercaya menjadi Youth Leader untuk IKYEP 2015.

Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) 2015

Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) atau Pertukaran Pemuda Indonesia-Malaysia (PPIM) adalah program kepemudaan hasil implementasi Memorandum of Understanding (MoU) tahun 1979 antara Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan Kementrian Belia dan Sukan Malaysia. Program ini bertujuan untuk memberikan peluang seluas-luasnya kepada pemuda pemudi untuk dapat saling mengenal lebih dekat satu sama lain dan berbagi pengalaman atau wawasan mengenai kebudayaan, sosial ekonomi, kewirausahaan, dan berbagai bidang antar dua negara (Mutual Understanding). Pada tahun 2015, Indonesia diwakili oleh 20 pemuda pemudi terpilih dari 20 provinsi dan didampingi oleh satu orang National Youth Leader dan satu orang Assistant dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Putri Hapsari Wijayanti adalah perwakilan Jawa Tengah dan menjadi satu-satunya delegasi yang berasal dari pulau Jawa untuk IMYEP 2015.

1 (Putri Hapsari Wijayanti, delegasi Jawa Tengah untuk IMYEP 2015)
Putri Hapsari Wijayanti, Delegasi Indonesia dalam Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program 2015

IMYEP 2015 terdiri dari empat fase, yaitu fase Pre-Departure Training (PDT), fase Malaysia, fase Indonesia, dan fase Re-entry. Fase pertama yaitu PDT, berlangsung selama empat hari dari tanggal 1-4 Oktober 2015 di Pusdiklat Aparatur Kemenkes RI. Pada fase ini, 20 delegasi Indonesia mendapatkan pengarahan, pelatihan fisik maupun psikis, serta materi mengenai Character Building, Public Speaking, Komunikasi Antar Budaya, Soft Diplomacy, Citizen Journalism, Menulis Opini, Travel Arrangement, Grooming, dan latihan Cultural Performance yang diberikan oleh Alumni IMYEP dan para ahli narasumber terkait yang mendukung tema IMYEP 2015, yaitu media dan budaya.

2 (Courtesy call di Kedutaan Besar RI, Kuala Lumpur)
Courtesy Call di Kedutaan Besar RI, Kuala Lumpur

Fase kedua yaitu fase Malaysia, berlangsung selama 10 hari dari tanggal 5-14 Oktober di Kuala Lumpur, Langkawi, dan Kampung Lonek Negeri Sembilan. Pada fase ini, delegasi Indonesia mengikuti berbagai macam kegiatan formal maupun non formal. Kunjungan kenegaraan berupa courtesy call ke Kedutaan RI yang terletak di Kuala Lumpur disambut langsung oleh Duta Besar RI untuk Malaysia, Bapak Herman Prayitno, beserta jajaran staf Kedutaan Besar RI. Pada kesempatan yang langka ini, para delegasi Indonesia memberikan pandangan masing-masing terhadap hubungan bilateral antar kedua Negara, antara lain mengenai Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia, klaim kebudayaan, efek asap dari Indonesia, maupun program IMYEP. Courtesy call selanjutnya yaitu menghadiri presentasi program kerja di Kementrian Belia dan Sukan Malaysia yang terletak di Putra Jaya. Presentasi ini diwakili oleh Deputy Director International Unit, Youth Development Division, En. Khairul Adri bin Dato Rosli. Selain itu, delegasi Indonesia juga menghadiri upacara memperingati Hari Sukan yang dirayakan pada tanggal 10 Oktober 2015 di Langkawi bersama dengan pejabat pemerintahan setempat.

Sedangkan kegiatan-kegiatan non formal yang dilakukan oleh delegasi Indonesia yaitu city tour mengelilingi Putrajaya dengan cruise, kunjungan ke KLCC Sky Bridge, kunjungan ke Malaysia Tourism Centre (MATIC), dan kunjungan ke Langkawi; antara lain 3D Art Museum, T-shirt printing factory, Haji Ismail Group, Makam Mahsuri, Rams Deko Langkawi, Kilang Minyak Tradisional GAMAT, dan Kilim Geoforest Park.

3 (Delegasi Indonesia bersama seluruh keluarga angkat di Kampung Lonek, Negeri Sembilan)
Delegasi Indonesia bersama seluruh keluarga angkat di Kampung Lonek

Pada fase Malaysia, delegasi Indonesia melakukan homestay di Kampung Lonek selama tiga hari. Selama homestay, delegasi Indonesia diberikan kesempatan untuk tinggal bersama orang tua angkat masing-masing dan berkunjung ke beberapa industri rumah tangga berupa pembuatan makanan tradisional, mie, dan peternakan lebah (home industry). Fase Malaysia ini diakhiri dengan cultural performance dan Expo di Kampung Lonek dan International Youth Centre (IYC). Putri turut berpartisipasi dengan menampilkan Tari Denok dari Jawa Tengah bersama empat delegasi Indonesia lainnya.

4 (Kunjungan delegasi Indonesia dan Malaysia ke Candi Prambanan)
Kunjungan Delegasi Indonesia dan Malaysia ke Candi Prambanan

Fase ketiga yaitu fase Indonesia, berlangsung selama 10 hari dari tanggal 14-23 Oktober 2015 di Jakarta dan Surakarta. Pada fase ini, delegasi Indonesia dan Malaysia melakukan berbagai macam kegiatan formal dan non formal. Kunjungan kenegaraan berupa courtesy call dilakukan dengan menghadiri pertemuan ke kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga di Jakarta dan pertemuan ke Balaikota di Surakarta, yang salah satunya diisi dengan youth dialog oleh beberapa narasumber, yaitu praktisi sosial di bidang pendidikan, organisasi kepemudaan, dan entrepreneur muda di Surakarta. Selain itu, delegasi Indonesia dan Malaysia mendapatkan kesempatan untuk melakukan institutional visit ke Institut Seni Indonesia (ISI) di Surakarta. Delegasi Indonesia dan Malaysia juga berkunjung ke beberapa media, antara lain Trans TV, CNN Indonesia, dan Solo Pos. Kegiatan menantang dan pertama kali yang dilakukan oleh delegasi Indonesia dan Malaysia selama di Indonesia yaitu belajar memainkan gamelan dan menampilkannya di SMKN 8 Surakarta serta membatik di Kampung Batik Laweyan Surakarta. Beberapa tempat lainnya yang dikunjungi antara lain Monumen Nasional, Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Keraton Kasunanan Surakarta, PT Sri Rejeki Tekstil, Pasar Antik Triwindu, Pasar Klewer, Keraton Mangkunegaraan, dan Candi Prambanan. Pada fase Indonesia, para delegasi Indonesia dan Malaysia memiliki kesempatan berinteraksi dengan warga lokal melalui homestay yang dilakukan selama lima hari di Kelurahan Kauman yang terkenal dengan pusat batiknya. Fase ini diakhiri dengan cultural performance oleh delegasi Indonesia dan Malaysia di Hotel Sunan Surakarta.

Fase terakhir yaitu fase Re-entry, berlangsung selama dua hari dari tanggal 23-24 Oktober 2015 di Jakarta. Fase ini ditutup oleh Bapak Imam Gunawan M.Ap selaku Asisten Deputi Pengembangan Pemuda serta cultural performance berupa Mars IMYEP dan Medley Nusantara oleh delegasi Indonesia.

5 (Farewell Party di Hotel Sunan Surakarta)
Farewell Party di fase Indonesia

**Putri Hapsari Wijayanti adalah alumni Program Studi IlmuKeperawatan (PSIK), Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Diponegoro (UNDIP). Selama kuliah, Putri aktif memberikan pendidikan kesehatan di komunitas danpraktik keperawatan di beberapa Rumah Sakit daerah di JawaTengah. Ketertarikan Putri terhadap film dan debat ditunjukan dengan keterlibatannya dalam organisasi kemahasiswaan Kronik Filmedia UNDIP dan Diponegoro Nursing Debating Community (DNDC) sebagai Minister of Human Resource Development. Lulusan cum laude ini pernah meraih Runner Ups ebagai Putri Kampus PSIK FK 2010 dan mendapatkan penghargaan sebagai The Best Cabin Crew in The World di tahun 2014 saat bekerja menjadi pramugari di Garuda Indonesia. Saati ni, Putri merintis usaha di bidang kuliner yang sudah berjalan selama satu tahun di Tangerang.

 

ASEAN Students Visit India (ASVI) 2015

Dwiyanto menjadi Delegasi Jawa Tengah untuk program ASEAN Students Visit Inda (ASVI) 2015, yang secara formal mulai dilaksanakan pada tahun 2011 berdasarkan pada Memorandum of Understanding (MoU) antara negara-negara ASEAN dan India. Kegiatan pertukaran pemuda dengan India, mempunyai peran strategis dalam rangka menjalin persahabatan dan saling pengertian antar pemuda kedua negara dalam beragam aspek kehidupan.

DSC_0425-01-1-01
Dwiyanto, Delegasi Jawa Tengah untuk ASVI 2015

Program ASVI 2015 terselenggara dari hasil kolaborasi antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Luar Negeri India, dan Confederation of Indian Industry (CII).Tujuan diselenggarakannya program Asean Students Visit India yaitu memupuk rasa persaudaraan dan saling pengertian antar pemuda ASEAN dan India dalam rangka mendorong terciptanya perdamaian dunia,memahami tanggung jawab dan meningkatkan kemitraan untuk pembangunan nasional dan internasional, memberikan bekal kompetensi kewirausahaan sehingga mereka mampu mengasah daya baca terhadap peluang-peluang bisnis untuk kesejahteraan diri dan masyarakat di sekitarnya melalu social entrepreneurship.

Indonesia mendelegasikan 24 pemuda pemudi pilihan yang sudah terseleksi dari 24 Provinsi dan 1 perwakilan Kemenpora sebagai official. Program ini di ikuti oleh 250 peserta dari  Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam

DSC_0138
Delegasi ASEAN Students Visit India (ASVI) 2015 dari Indonesia

Sebelum diberangkatkan menuju India, para peserta ASVI 2015 terlebih dahulu mendapatkan pembekalan Pre-Departure Training (PDT) selama 3 hari dari tanggal 3 September – 5 Agustus 2015 bertempat di gedung Pusdiklat Aparatur Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang secara resmi dibuka pada tanggal 4 September oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Dr. Yuni Poerwanti M.Pd.

Selama kurang lebih 10 hari, para peserta ASVI 2015 mengunjungi beberapa perusahaan dan universitas ternama, baik di ibu kota, New Delhi maupun beberapa kota lain, seperti Indian School of Business, Usha International Ltd dan, Shilparamam, CII-Sohrabji Godrej Green Business Centre Survey, International Crops Research Institute for the Semi-Arid Tropics (ICRISAT) di Hyderabad.

Selama di New Delhi, peserta ASVI 2015 mengunjungi beberapa perusahaan-perusahaan dan universitas lainnya, seperti; Jawaharlal Nehru University, Foreign Service Institut, Akshardham, Indian Ministry Of Foreign Affair, Qutub Minar, Dilli Haat,Indian Election Comission, Fostis Hospital, Maruti Suzuki, Delhi Metro  OfficedanRespective Ambassador. Selain itu, para peserta ASVI 2015 berkunjung ke Agra, mengunjungi Fortis Hospital, landmark India di Taj Mahal serta Agra Fort yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban di dunia. Pada malam terakhir, program ASVI 2015 ditutup dengan pertunjukan seni oleh masing-masing negara peserta ASVI 2015 pada malam gala dinner di New Delhi.

** Dwiyanto adalah alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (UNDIP). Dwi lahir di Semarang dan aktif dalam berbagai program kemahasiswaan dan kepemudaan, yang ditunjukkan dengan kiprahnya sebagai Kepala Departemen Kewirausahaan FKM UNDIP, Menteri Ekonomi dan Bisnis BEM KM UNDIP, Founder dan Sekretaris Jenderal Komunitas Tangan di Atas (TDA) Semarang serta organisasi Young On Top Campus Ambassador UNDIP Semarang.

Selain organisasi, Dwi juga aktif menginisiasi dan melaksanakan proyek-proyek sosial di daerahnya. Salah satunya proyek sosial Rumah Catering Indonesia, yang telah berjalan selama lima tahun dan telah membantu memberdayakan kaum perempuan di kawasan Bandarhajo, Semarang Utara.

Indonesia-China Youth Exchange Program (IChYEP) 2015

Briliani Dwi Harnawan Putri terpilih sebagai perwakilan resmi Jawa Tengah untuk mengikuti Program Pertukaran Antar Negara (PPAN) dalam program PertukaranPemuda Indonesia -Tiongkok (PPIT) 2015 atau Indonesia-China Youth Exchange Program (IChYEP) 2015.

Briliani Delegasi IChYEP 2015
Briliani Dwi Harnawan Putri, Delegasi Indonesia-China Youth Exchange Program 2015

Program ini merupakan hasil kerjasama bilateral antara Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI dan Tiongkok yang diwakili oleh All China Youth Federation (ACYF). Program ini menggunakan metode visit to visit, yakni mengunjungi dan melakukan kegiatan dari satu tempat ke tempat lain untuk mempelajari berbagai hal, khususnya mengenai ekonomi, sosial dan budaya dari bangsaTiongkok. Khusus tahun 2015, para delegasi memiliki tugas untuk mengembangkan policy paper terkait dengan kewirausahaan yang nantinya menjadi rekomendasi kebijakan kepada pihak Kemenpora.

IMG-20150912-WA0010
Seluruh Delegasi Indonesia-China Youth Exchange Program 2015

Bersama dengan delegasi lain, Briliani mengikuti serangkaian program selama 10 hari di negeri tirai bambu serta 3 hari di Jakarta untuk Pre-Departure Training (PDT) dan Re-Entry. Pada tahun 2015 Indonesia mengirimkan 100 delegasi, yang terdiri dari 34 perwakilan provinsi yang terpilih dari seleksi Indonesia-China Youth Exchange Program (IChYEP), 20 perwakilan provinsi yang terpilih dari program Indonesia-Canada Youth Exchange Program (ICYEP), 24 perwakilan yang terpilih dari seleksi pusat serta sisanya merupakan perwakilan dari Kemenpora.

Selama di Tiongkok, terdapat beberapa kota yang dikunjungi, yaitu Beijing, Yinchuan (Provinsi Ningxia), Fuzhou dan Quanzhou (Provinsi Fujian). Kegiatan selama di Tiongkok cukup banyak dan padat. Pertama, kegiatan berupa institutional visit, yaitu kunjungan museum, kunjungan ke situs budaya dan wisata serta kunjangan entrepreneurship di beberapa perusahaan dan inkubator bisnis yang didirikan oleh pemerintah Tiongkok.

Museum yang dikunjungi antara lain Museum Dokter Hui di Ningxia Medixal University, Wolfberry Museum dan Ningxia Museum di Provinsi Ningxia serta Lin Ze Xu Museum di Provinsi Fujian. Briliani juga mendapat kesempatan menggali kebudayaan di The Great Wall of China, Forbidden City, Chaoyang Theatre, Taman Islamik Tionghoa serta Three Lanes and Seven Alleys.

Kegiatan kedua yaitu courtesy call, merupakan kunjungan kenegaraan dalam suasana formal dengan petinggi di pemerintah.Dalam kunjungan kenegaraan ini, para delegasi ikut menampilkan pertunjukan budaya Indonesia. Briliani sendiri menampilkan tiga jenis tari selama di Tiongkok, yakni Tari Kembang Jatoh dari DKI Jakarta, Tari Kecak dari Bali serta Tari Saman dari Aceh.

Kegiatan ketiga yaitu youth dialog, merupakan kesempatan berinteraksi secara mendalam bersama para pemuda lokal Tiongkok, yang dilakukan di Beijing International Youth Camp, Beifang University of Nationalities serta Huaqio University. Terakhir, delegasi juga menerima lecture berupa pidato forum mengenai inisiasi terbaru Tiongkok, “One Belt One Road: Kesempatan dan Harapan bagi Pemuda Pembangunan,” yang disampaikan oleh Prof.  Xu Liping serta “Wilayah Ekonomi Jalur Sutera” yang disampaikano leh Fan Jianmin.

 

** Briliani Dwi Harnawan Putri adalah lulusan terbaik dari program studi Akuntansi di Universitas Bakrie, yang baru saja lulus pada bulan Februari tahun 2016. Briliani aktif di berbagai kegiatan kepemudaan seperti Sinergi Muda, Forum & Festival Indonesian Youth Conference, Young On Top dan Kampus Update. Briliani juga memiliki berbagai pengalaman magang, salah satunya dalam program Nutrifood Internship Program dan Microsoft University Crew. Berbagai juara juga telah Briliani raih, antara lain Skha Strategy National Case Competition, Nutrifood Health Agent Award, CFA – Indonesian Investment Research Competition serta UNPAD Microeconomics Competition.

Akademi Berbagi Kelas Solo-Pertukaran Pemuda Antar Negara

Akademi Berbagi (Akber) Kelas Solo akan menyelenggarakan kelas ketujuh belas dengan tema “Pertukaran Pemuda Antar Negara”. PCMI Jawa Tengah akan hadir sebagai pembicara dalam kelas ini.

Kelas akan diselenggarakan pada

hari, tanggal       : Jumat, 17 Februari 2012

jam                   : 15.00

venue               : Batik Goenawan Setiawan, Kampung Batik Kauman Solo.

Acara ini gratis. Konfirmasi kehadiran dapat dilakukan via twitter dengan menghubungi @akbersolo.

Sampai jumpa di Solo!

Dubes Australia Merayakan Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty malam ini akan merayakan keberhasilan Program Pertukaran Pemuda Australia-Indonesia (AIYEP) 2011-12 yang telah berakhir.

Tahun ini adalah ulang tahun ketigapuluh program AIYEP, yang berlangsung untuk kali pertama di Victoria dan Sumatera Barat pada 1982.

Duta Besar Greg Moriarty berfoto bersama peserta AIYEP

Sejak akhir Desember 2011, 36 peserta Australia dan Indonesia telah tinggal dan berkarya dalam program-program pembangunan di kabupaten Rokan Hulu dan ibukota Riau, Pekanbaru.

Di Rokan Hulu para peserta mengkoordinasikan sejumlah kegiatan pembangunan kemasyarakatan termasuk karnaval olahraga, kelas bahasa Inggris, demonstrasi hidup sehat dan pembangunan lapangan bermain setempat.

Pada Oktober 2011, para peserta Indonesia menjalani pengalaman hidup di Pulau Kangguru dan di Adelaide, Australia Selatan sebagai bagian dari program mondok dan penempatan kerja selama dua bulan mereka di Australia.

“Program AIYEP adalah suatu cara yang fantastis bagi para tokoh muda Indonesia dan Australia untuk bekerja sama dan tinggal di tengah-tengah masyarakat setempat dan memajukan saling pengertian antara kedua negara kita,” ujar Dubes Moriarty.

Peserta Australia Doss McPherson berujar, “Kami memperoleh pengalaman persahabatan dan keramahan yang luar biasa dari semua warga Indonesia yang kami temui. Kami mendapat kesempatan untuk menggalang persahabatan yang erat dengan rekan peserta Indonesia kami dan saling memperkenalkan kebudayaan kami. Dengan tinggal di tengah-tengah masyarakat setempat, kami mampu menyatukan diri sedemikian rupa yang tidak akan bisa dilakukan bila kami sebagai turis.”

AIYEP adalah program tahunan untuk memajukan hubungan antar-warga antara pemuda Australia dan Indonesia dan dikelola oleh Lembaga Australia-Indonesia dan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.

sumber: http://www.indonesia.embassy.gov.au/jaktindonesian/SM12_006.html

Ms Fujimaru berlabuh di Jakarta

Delegasi Indonesia turun dari kapal Ms Fuji Maru


Kapal berbendera Jepang Ms Fuji Maru, hari Selasa (22/11) siang merapat dan bersandar di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Kapal itu mengangkut 340 pemuda dari negara-negara ASEAN dan Jepang, yang menjadi peserta SSEAYP (Ship for Southeast Asian Youth Program) atau  Kapal Pemuda ASEAN Jepang.

Para pemuda ASEAN dan Jepang ini berada di Jakarta selama 2 hari, setelah sebelumnya mereka berlayar dari Jepang  ke  Filipina dan Brunei Darussalam sebelum tiba di Indonesia. Selama di Jakarta mereka akan menjalani home stay dan tinggal bersama keluarga Indonesia.

Sepuluh negara  ASEAN yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Filipina, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Laos dan Indonesia masing-masing mengirimkan 28 pemuda, sisanya  pemuda Jepang sehingga jumlahnya 340 pemuda.

Delegasi Indonesia bersama Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso

Setelah diterima Kemenpora, rombongan pemuda ASEAN dan Jepang ini mengunjungi DPR RI dan diterima oleh Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso. Selanjutnya, peserta dijamu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengikuti welcome dinner di Balai Kartini. Pada kesempatan ini, masing-masing negara menunjukkan penampilan budaya melalui musik dan tari.

Keesokan harinya, peserta SSEAYP mengunjungi ASEAN Secretariat dan bertemu Sekretaris Jendral ASEAN Surin Pitsuwan. Kemudian, peserta menuju Kementerian Pemuda dan Olahraga RI untuk bertemu dengan orang tua angkat dan menjalani sesi homestay.

Melempar pita sebagai tanda perpisahan dengan orang tua angkat

Selama dua hari, peserta menjalani homestay bersama keluarga Indonesia. Acara diakhiri pada 25 November, dimana Fuji Maru melanjutkan pelayaran ke Malaysia dan Kamboja sebelum kembali ke Jepang.

Dalam kegiatan ini, Jawa Tengah diwakili oleh Novita Indah Nugraheni (Kabupaten Pekalongan). Novita adalah mahasiswi Manajemen Universitas Diponegoro.

Pertukaran Pemuda Indonesia – China 2011

Peserta Pertukaran Pemuda Indonesia-China di Beijing

Peserta Pertukaran Pemuda Indonesia-China yang berasal dari beberapa provinsi yang antara lain, Samuel Josafat Olam, Tansir Alamsyah, Karina Dwi Putri, Atta Fani, Fatmawati Laisouw, Ida Ayu Made Surya Astini, Rafikin Hadi, Riski, Abdul Muchlis dan Saiful Arif Safii, telah selesai melaksanakan tugasnya.

Pemuda yang menjadi angkatan pertama Pertukaran Pemuda Indonesia-China diberikan kesempatan untuk berkunjung ke pusat olahraga yang ada di Beijing Sport University. Mereka diterima Prof. Chi Jian, Vice President Beijing Sport University, dan berdialog untuk kemungkinan melakukan kerjasama khusus di bidang kepemudaan dan olahraga.

Ikut hadir dalam dialog dengan pimpinan Beijing Sport University Asdep Pengembangan Kapasitas Pemuda Imam Bonila Sombu. Dia mengatakan, bahwa saat ini antara Indonesia dan China mempunyai MoU kerjasama kepemudaan dan olahraga, tetapi MoU itu bulan Desember nanti akan berakhir. Maka diharapkan MoU itu akan diperpanjang.

Sementara, Kabag Organisasi Tatalaksana dan Kerjasama Antar Kembaga Kemenpora, Esa Sukmawijaya berharap KONI nantinya dapat melakukan kerjasama langsung dengan General Administration of Sport China.

“Beijing Sport University mempunyai koneksi kuat ke induk organisasi olah raga semacam KONInya China yaitu General Administration of Sport China, yang telah melakukan kerjasama di bidang olahraga dengan Indonesia, khususnya dengan Universitas Surabaya dengan mengirimkan pengajar dan pelatih beberapa cabang olah raga,” ujarnya.

Pejabat Kemenpora yang ikut mendampingi para pemuda ke Beijing selain Imam Bonila Sombu dan Esa Sukmawijaya, juga Staf Khusus Menpora Faisal Abdulah, Karo Humas, Hukum dan Kepegawaian Ahmad Amar, Kabag Humas Ahmad Arsani dan Kabid Pengembangan Potensi Pemuda, Mirhan Tabrani.

Selain mengunjungi Beijing Sport University, peserta juga mendapatkan kesempatan mengunjungi KBRI Beijing dan beberapa institusi kepemudaan lain di China.

ASEAN Cultural Evening di KJRI Houston

Untuk pertama kalinya di Houston, Selasa, 28 November 2011, Komunitas ASEAN berkumpul di Konsulat Jenderal RI Houston, Amerika Serikat (AS) untuk menampilkan kekayaan seni budaya, keragaman kulinari dan stand promosi dalam acara yang bertajuk “ASEAN Cultural Evening”.

Acara yang dihadiri sekitar 200 orang itu diprakarsai oleh Konsul Jenderal RI Houston, Al Busyra Basnur, bekerjasama dengan Konsul Jenderal Vietnam, Le Tzung, Konsul Kehormatan Thailand, Charles Foster dan Direktur Eksekutif Asia Sociaty Texas Center, Martha Blackwelder.

“Acara ini antara lain dimaksudkan untuk memperkenalkan ASEAN lebih luas kepada masyarakat AS dan meningkatkan saling pengertian antara masyarakat ASEAN dengan masyarakat AS agar hubungan dan kerjasama menjadi lebih dekat, lebih baik dan lebih kokoh”, kata Al Busyra Basnur.

Acara yang didahului oleh ASEAN Anthem dan pemutaran Film Dokumenter tentang ASEAN itu dihadiri antara lain para Konsul Jenderal negara sahabat, pejabat tinggi pemerintah kota, wakil dari Kementerian Luar Negeri AS di Houston, wakil dari kantor Senator, pengusaha, tokoh Perguruan Tinggi dan friends of ASEAN.

Konjen RI, Al Busyra Basnur dalam sambutannya antara lain menyampaikan berbagai perkembangan dan kemajuan yang dicapai oleh ASEAN baik secara regional maupun internasional, hubungan ASEAN dengan AS serta KTT ke-19 ASEAN yang baru saja berlangsung di Bali.

Dalam acara tersebut ditampilkan tarian tradisional ASEAN. Dari Viet Nam tarianXe chi luon kim + Trong com dan Thuong qua Viet Nam. Dari Thailand tarianKrisda-piniharn dan Mixed Thai musical.

Sementara itu dari Indonesia, para penari berasal dari para pemuda yang tergabung dalam Asosiasi Alumni Pertukaran Pemuda Indonesia – Kanada (PPIK) yang sengaja datang ke Houston dari Jakarta. Danar Satria Nugraha, alumni PPIK Jawa Tengah 2009, termasuk ke dalam salah satu delegasi yang diberangkatkan dalam kesempatan ini. Mereka menampilkan tarian Mambri (Papua), Ngarojeng (Jakarta) dan Saman (Aceh).

Seusai tarian, undangan menikmati masakan dari berbagai negara ASEAN utamanya Indonesia, Vietnam dan Thailand. Indonesia juga menampilkan demonstrasi memasak Rendang dalam kesempatan ini.

sumber: http://www.kemlu.go.id/Pages/Embassies.aspx?IDP=6819&l=id

Indonesia-Korea Youth Exchange Program 2011

Delegasi Indonesia berfoto bersama di depan KBRI Seoul

Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Korea Selatan telah berakhir. Fase Korea Selatan dilaksanakan di Seoul pada tanggal 5-15 November 2011, sedangkan fase Indonesia dilaksanakan di kota Solo pada tanggal 16-25 November 2011.

Delegasi Indonesia menampilkan Tari Indang

Pada kesempatan ini, sebanyak sepuluh pemuda dari Indonesia dan sepuluh pemuda dari Korea Selatan bertemu dan bertukar pengalaman budaya melalui workshop seni dan budaya, homestay, dan kunjungan ke lembaga-lembaga kesenian di kedua negara. Delegasi Indonesia diwakili oleh Ibu Rosih dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, dan delegasi Korea Selatan dipimpin oleh Kim Eun Sin dari Kementerian Gender dan Keluarga Korea Selatan.

Informasi mengenai kegiatan Pertukaran Pemuda Indonesia – Korea Selatan 2011 dapat juga dilihat di video berikut ini.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=3B_WY5ASnlo]